EXPOSE KEGIATAN STRATEGIS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH KUTAI BARAT


Samarinda, (4/2/2019). Kabupaten Kutai Barat difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Timur melakukan Expose Kegiatan Strategis Pembangunan Infrastruktur Daerah Kutai Barat. Bertempat di Ruang Rapat Propeda, kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Provinsi Kalimantan Timur Yusliando, ST

Pada kesempatan ini expose disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan, SE.

Edy menyebutkan beberapa tantangan pembangunan infrastruktur daerah Kabupaten Kutai Barat diantaranya; 1) Ruas jalan konektifitas antar kampung, kecamatan, dan pusat kegiatan ekonomi dalam kondisi mantap baru sebesar 47,87%; 2) Wilayah yang luas dan jarak antar kampung dan kecamatan yang cukup jauh membutuhkan pembiayaan infrastruktur yang sangat tinggi; 3) Penurunan kapasitas fiskal untuk pembangunan.

 

Edy mengatakan ada 6 (enam) usulan kebutuhan infrastruktur kawasan strategis untuk mendukung perkembangan ekonomi Kabupaten Kutai Barat, Pertama Pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat; Kedua, Peningktan Jalan Tebisaq - Gunung Bayan – Muara Pahu – Penyinggahan; Ketiga, Peningkatan Jalan Kampung Sakaq Tada - Muara Jawaq – Abit; Keempat, Peningkatan Jalan Poros Muara Tokong - Besiq; Kelima, Peningkatan Jalan Lakan Bilem-Intu Lingau-Merang; Keenam, Simpang Pering Taliq – Lemper – Deraya – Gerunggung - Tanjung Soke.

Edy menjelaskan dari keseluruhan usulan infrastruktur tersebut jika terbangun dengan baik dapat memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan sosial bagi masyarakat serta mendukung investasi baik dalam sektor perkebunan, pertanian dan perikanan terutama pada daerah - daerah yang memiliki potensi hasil perkebunan, pertanian dan perikanan.

Sebagai contoh, Edy menuturkan mengenai Pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat, Jembatan ATJ dapat membuka konektifitas ke ruas jalan nasional (Jalan Barong Tongkok – Mentiwan - Batas Kabupaten Kutai Kartanegara), juga sebagai penopang akses menuju perbatasan Negara (Kabupaten Mahkam Ulu), Jembatan ATJ juga dapat memperpendek jarak ke ibu kota Provinsi Kaltim dengan jarak ± 1000 Km dari ruang jalan yang ada, dapat memberikan manfaat yang besar terhadap ekonomi dan sosial bagi masyarakat Kabupaten Kutai Barat dan sekitarnya, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta mendukung investasi dalam sektor perkebunan.

Dalam skala Nasional ada beberapa kegiatan pada ruas jalan nasional (jalan menuju kawasan strategis nasional dan strategis provinsi) seperti, 1) Pemeliharaan rehabilitasi Mayor Simpang Gusiq – Simpang Blusush; 2) Pemeliharaan Rehabilitasi Minor Simpang Blusuh – Simpang 3 Damai - Barong Tongkok – Mentiwan (Sendawar); 3) Preservasi Rekontruksi Simpang Busush - Simpang 3 Damai-Barong Tongkok – Mentiwan (Sendawar); 4) Preservasi Rekontruksi Simpang Blusuh - Batas Provinsi Kalimantan Tengah.

Edy berharap adanya bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN dan Bankeu provinsi mengingat terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam rangka pemerataan wilayah. Menurutnya selama ini anggaran dari Dana Alokasi Khusus maupun Dana Alokasi Umum dari pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur jumlahnya masih sangat kecil. (ft)