Aswin Sebut Ekonomi Kaltim dipengaruhi oleh Perang Dagang antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok


  • Seminar Online Optimalisasi pengelolan Produktifitas kawasan berbasis geospasial di Kalimantan Timur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur Prof. Dr. Ir. H. Aswin, MM mewakili Gubernur Kaltim menyampaikan paparan terkait RKPD Kalimantan Timur pada seminar online dengan Topik Berani Kaltim Berdaulat melaui Video Conference di Ruang Rapat GSCC kantor Bappeda Kaltim pada Kamis 16 Juli 2020.
Kegiatan ini merupakan Kerjasama dari Universitas Mulawarman khususnya Pusat Kajian Pengembangan dan Penataan Ruang (PKP2R) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hadir dalam acra ini Rektor Universitas Mulawarman Prof. Drs. H. Masjaya, Kepala Bappenda Dra. Hj. Ismiati, Kepala PKP2R Dr. Ir. Zulkarnain, Ms, dan Nara Sumber Drs. Samedi Amulyo, MA, PHd.
    Seminar yang diikuti sekitar 400 partisipan ini bertujuan untuk mendiskusikan strategi kebijakan untuk mengoptimalisasikan kawasan dalam rangka mendukung hilirisasi produk sumber daya kawasan dan untuk peningkatan daerah. Sehingga dapat ,meningkatkan sumber pembiayaan pembangunan daerah. Dalam Kesempatan ini Kepala Bappeda Prov. Kaltim menyampaikan paparan mengenai RKPD Kaltim 2021. Beliau menyebutkan Kerangka pikir dalam perumusan prioritas RKPD di Kalimantan Timur ini , ini mungkin cocok dengan yang dipikirkan oleh pak Zulkarnain yaitu menumbuhkan hilirisasi Industri yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan serta berdampak pada peningkatan ekonomi kawasan. diperlukan industri-industri dasar yang dapat beroperasi pada skala produksi. Oleh karena itu pembangunan 2021 nanti itu difokuskan pada pemulihan ekonomi penguatan industri perdagangan dan koperasi, ketersediaan infrastruktur dasar, ketersediaan akses pendidikan dan kesehatan, serta reformasi sosial.
             Aswin juga menyampaikan Saat ini tantangan pembangunan yang dihadapi Provinsi Kalimantan Timur secara global dipengaruhi oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi secara global akibat covid-19. Jika dilihat dalam peta ekspor Kalimantan Timur RRT memiliki peran yang cukup besar yaitu (28% dari total nonmigas) diperkirakan akan menahan prospek pertumbuhan ekonomi Kaltim dalam jangka menengah. Tantangan selanjutnya adalah ditunjuknya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang cukup berpengaruh yang menuntut Kaltim untuk melakukan (1) Percepatan transformasi ekonomi melalui pengembangan ekonomi wilayah IKN dengan pengembangan sector industry pengolahan, ndustri perdagangan, dan pariwisata yang berwawasan lingkungan, (2) Percepatan pembangunan dan pemerataan INFRSTRUKTUR dalam rangka pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar dan konektivitas dari dan menuju IKN, (3) Peningkatan KAPASITAS dan KUALITAS SDM lokal untuk mempersiapkan SDM yang memiliki daya saing sesuai tuntutan kebutuhan pembangunan IKN-RI, dan (4) Peningkatan upaya rehabilitasi kawasan hutan serta mitigasi dan pengurangan resiko bencana, seperti Karhutla, Banjir, Tanah Longsor, dll.
       Kemudian dampak akibat pandemic Covid-19 adalah berkurangnya kapasitas produksi, menurunnya laju pertumbuhan ekonomi, meningktanya PHK dan Pengangguran, meningkatnya angka kemiskinan, dan meningkatnya kredit macet serta penurunan daya beli masyarakat. “bisa kita lihat Pandemic covin-19 ini berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan 1 sebesar 1.27% year on year, kemudian terjadi kenaikan tingkat pengangguran pada awal 2020 menjadi 6.88%., tingkat kemiskinan Kaltim hingga maret meningkat menjadi 6.10%. dan tingkat inflasi hingga juni tercatat 1.52% year on year”, jelasnya.
(Bapp/Hum/Fat)