Forum Air Minum Berdaulat Kota Bontang


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bontang, (12/11/2020). Dalam Rangka Penyusunan indikasi rencana program/kegiatan sektor air minum, koordinasi Forum Air Minum Berdaulat (FAMB) selanjutnya dilaksanakan di Kota Bontang. Kegiatan ini dihadiri oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timur, Bappeda Provinsi Kaltim, Dinas PUPRPERA Provinsi Kalimantan Timur, Bapelitbang Kota Bontang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bontang dan Tim Gubernur Untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan (TGUP3) Provinsi Kalimantan Timur. 

Dalam upaya pemenuhan layanan sektor air minum di Kota Bontang berdasarkan sistem jaringan transmisi terdapat beberapa permasalahan diantaranya minimnya ketersediaan air baku untuk pemenuhan layanan air bersih, sedangkan ketersediaan air masih bergantung pada Bendungan Marangkayu namum pembangunan bendungan tersebut masih terkendala proses pembebasan lahan untuk impounding; Pembangunan Bendali Sukarahmat terkendala permasalahan pembebasan lahan; dan terjadinya penurunan kapasitas air baku di beberapa sumur yang disebabkan faktor alam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disisi lain permasalahan juga terdapat pada sistem jaringan distribusi seperti tingginya biaya operasional Perumda Air Minum (kategori sehat); Sistem pelayanan Perumda Air Minum di Kota Bontang masih belum optimal; dan Kurangnya kapasitas produksi air minum untuk memenuhi kebutuhan air minum eksisting (defisit 200 lt/dt).

Kasubbid Infrastruktur Keciptakaryaan dan Pemukiman Bappeda Provinsi Kaltim Alfino Rinaldi Arief menerangkan kedepannya untuk sektor air minum Kota Bontang ada beberapa usulan program prioritas diantaranya Pembangunan SPAM Regional Marang Kayu (Segmen Kota Bontang) dengan kapasitas 200lt/dt, Pemanfaatan Void Eks. Tambang PT. Indomico seluas 21juta m3 yang diproyeksikan dapat pemenuhan kebutuhan air baku Kota Bontang dalam jangka panjang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, dan Pembangunan Bendungan Nyerakat kapasitas dengan 461lt/dt. Dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan air baku di Kota Bontang.

(HumasBappedaKaltim/Fat/Editor:Sukandar, S.Sos)